Selasa, 09 Februari 2010

JALAN TOL BARU MENUJU CIKEAS

Penduduk di sekitar Leuwinanggung, kecamatan Tapos, Depok, Jawa Barat, saat ini harap-harap cemas. Ada sebagian tanahnya yang akan tergusur dalam rangka pembuatan jalan tol baru. Jalan tol ini rencananya bakal menuju rumah Presiden RI kita ke-6, Susilo Bambang Yoedoyono (SBY) di Cikeas.

Salah satu penduduk yang resah adalah Virgiawan Listanto alias Iwan Fals. Kabarnya, sebagian tanah di rumah Iwan di Leuwinanggung bakal terkena proyek jalan tol ini. Padahal ketika membeli tanah di tahun 1995, pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Depok nggak pernah membuat rencana tata kota yang ada jalan tol baru, yang diaplikasikan ke dalam sebuah master plan.

"Kalo pun ada, harusnya disosialisaikan terlebih dahulu ke warga setempat," jelas Rosanna yang akrab disapa Yos, istri Iwan Fals.


Jalan menuju rumah Iwan Fals. Di sebelah kanan dan kiri masih banyak rumah kampung. Banyak pohon yang rindang. Udara masih bersih. Kebayang kalo jalan tol dekat pemukiman, akan banyak pohon ditebang dan pasti kualitas udara nggak akan sebersih sebelumnya, karena akan dilalui oleh mobil. Tentu rencana ini bukan bagian dari go green

Kegusaran Yos itu tentu beralasan. Kalo jalan tol terrealisasi, maka ada salah satu tempat di kompleks rumah Iwan, yang akan dijadikan sekolah musik, bakal kena gusur. Padahal tempat yang dimaksud baru selesai dibangun.

"Masa tempat belum dipakai sudah kena bongkar?" tanya Yos lagi. "Padahal kita sudah menghabiskan dana seratus juta lebih buat bangunan itu."

Buat menanyakan perihal pembangunan jalan tol baru, Iwan Fals dan keluarga sempat mengadukan nasibnya ke Walikota Depok. Kebetulan mereka berjumpa langsung dengan sang Walikota, yakni H. Nur Mahmudi Isma'il. Dalam pertemuan tersebut, Iwan protes tentang rencana jalan tol baru itu. Dalam protes, ia mempertanyakan mengapa tidak ada sosialisasi, padahal seharusnya kalo memang akan ada rencana pembangunan, warga nggak dikasih tahu mendadak.

Alhamdulillah, negoisasi berjalan mulus. Artinya, Nur Mahmudi mencoba netral. Artinya, beliau akan mengakomodir kepentingan warga, tetapi juga mencoba mengakomodir kebutuhan pembangunan jalan tol itu buat kepentingan Kepala Negara. Sebab, ia menjelaskan bahwa pembangunan jalan tol Cikeas ini supaya akses menuju jalan ke rumah Presiden SBY lebih dekat.


Ini tempat konser Iwan Fals bulanan. Kebayang kalo nggak berjumpa dengan Walikota Depok, ujung dari jalan tol adalah panggung konser. Jadi, kalo sebelumnya belakang panggung adalah lapangan bola dan pepohonan nan hijau, nanti kalo ada tol, belakangannya adalah jalan tol yang banyak mobil berseliweran.

Sekadar info, selama ini akses menuju ke rumah SBY memang banyak cara. Setidaknya ada dua gerbang tol yang bisa menuju Cikeas. Gerbang pertama via Cibubur. Gerbang kedua via pintu tol keluar Cimanggis. Nah, oleh karena kedua tempat tersebut masih terlalu jauh buat menuju rumah SBY, maka dibuatlah rencana gerbang tol baru yang aksesnya lebih mudah ke rumah SBY.

"Kemungkinan nanti tanah ini kena seribu meter," jelas Yos.


Yang penting kita sudah berusaha. Sisanya kita pasrah pada Allah.

Begitulah hasil negoisasi dengan Walikota Depok. Seribu meter dari 1,5 hektar tanah yang dimiliki oleh Iwan Fals di bilangan Leuwinanggung, Depok, akan terkena pelebaran jalan buat tol Cikeas.

"Sebelumnya pelebaran jalan ini mengenai tepi panggung konser Iwan."

Kebetulan hampir setiap bulan, Iwan melakukan konser di rumahnya. Konser ini dilaksanakan di salah satu halaman rumahnya. Di situ ada sebuah tembok yang sudah di-floor yang dibuat mirip seperti stage kosong yang terbuat dari beton. Nah, stage beton ini sebelum negoisasi dengan Walikota akan terkena pinggirnya. Untunglah nggak jadi.

"Hal itu karena Pak Walikota sudah melihat aktivitas yang terjadi di sini (di rumah Iwan Fals, maksudnya)," jelas Yos.

Bahwa ada konser yang akan mempengaruhi roda perekonomian warga sekitarnya, dimana hal tersebut jelas akan mempengarui pendapatan di sektor non-formal. Warung-warung di sekitarnya jadi kebanjiran pembeli yang menonton konser Iwan Fals. Bahkan saya sempat interview pemilik warung yang menjual aneka makanan dan minuman di situ, konser Iwan membawa berkah.


Ini dia lapangan bola di belakang rumah Iwan Fals yang umurnya nggak bakalan lama lagi, karena bakal tergantikan dengan aspal dan deru asap kendaraan bermotor.

"Pak Walikota sudah dua kali lihat konser bulanan Iwan," kata Yos. "Jadi dia tahu kalo kita di sini bukan cuma sekadar tinggal, tetapi ada hal yang seharusnya perlu dipikirkan agar tidak asal dibebaskan."

Iwan Fals membeli tanah di Leuwinanggung tahun 1995. Saat itu harga tanah masih Rp 5.000. Kini harga tanah sudah mencapai Rp 250 ribu/m2. Bahkan Titin, salah satu karyawan management Iwan Fals: Tiga Rambu, sempat membeli tanah sejak tahun 2006 dengan harga sudah Rp 75 ribu-80 ribu/m2. Kini harga tanahnya Titin yang sudah bersertifikat itu berharga Rp 450 ribu/m2, hampir dua kali lipat dari harga pasaran. Nah, bisa jadi dengan keberadaan jalan tol, tanah Leuwinanggung bakal melonjak 3 kali lipat, dari yang rata-rata Rp 250 ribu/m2 bisa menjadi Rp 500 ribu-Rp 1 juta.


Tanah Iwan Fals sebanyak 1000 m2 yang ada di belakang saung ini yang akan terkena pembebasan jalan tol Cikeas. Gokil! Yang dibebaskan tanah 1000 m2, nah, tanah di rumah saya aja nggak sampai 100 m2, cong!

Sebenarnya bukan masalah lonjakan harga tanah yang diinginkan Iwan Fals dan keluarga, tetapi soal sosialisasi yang mendadak. Anyway, Iwan sudah berusaha dan Nu Mahmudi pun berusaha mengakomodir. Kalo sudah berusaha, tetapi hasilnya berbeda, Yos hanya bisa pasrah kepada Allah. Dan bukan cuma Yos yang pasrah. Beberapa warga yang sudah pasti akan digusur pun ikut-ikutan pasrah. Saya membayangkan saat pembebasan tanah buat kepentingan jalan tol Cikeas, Iwan nggak nyanyi lagu Bongkar dari album Swami tahun 1989.

Kalau cinta sudah di buang
Jangan harap keadilan akan datang
Kesedihan hanya tontonan
Bagi mereka yang diperkuda jabatan

Oh oh ya oh ya oh ya bongkar
Oh oh ya oh ya oh ya bongkar

Sabar sabar sabar dan tunggu
Itu jawaban yang kami terima
Ternyata kita harus ke jalan
Robohkan setan yang berdiri mengangkang

Oh oh ya oh ya oh ya bongkar
Oh oh ya oh ya oh ya bongkar
Oh oh ya oh ya oh ya bongkar
Oh oh ya oh ya oh ya bongkar

Penindasan serta kesewenang wenangan
Banyak lagi teramat banyak untuk disebutkan
Hoi hentikan hentikan jangan diteruskan
Kami muak dengan ketidakpastian dan keserakahan

Dijalanan kami sandarkan cita cita
Sebab dirumah tak ada lagi yang bisa dipercaya
Orang tua pandanglah kami sebagai manusia
Kami bertanya tolong kau jawab dengan cinta

Oh oh

Oh oh ya oh ya oh ya bongkar
Oh oh ya oh ya oh ya bongkar
Oh oh ya oh ya oh ya bongkar
Oh oh ya oh ya oh ya bongkar


all photos copyright by Brillianto K. Jaya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar